Minggu, 02 November 2008

Seshomaru (kakak Inuyasha)


Nama : Sesshomaru
Umur : Tak diketahui (diperkirakan lebih dari 70 tahun)
Keluarga : Inuyasha (adik beda ibu), Ibu
Admirer : Kagura
Sahabat : Jaken, Rin, Kakek Myoga, Totosai


Sesshomaru adalah siluman anjing yang terbiasa hidup berkelana sendirian. Namun entah sejak kapan siluman bernama Jaken selalu mengikuti, menyanjung, dan mengabdi padanya meskipun ia tak pernah menghiraukan. Setelah mendengar bahwa Inuyasha yang tahu di mana makam ayah mereka telah lepas dari segel yang membelenggu selama 50 tahun, Sesshomaru segera mendesak adiknya itu untuk memberikan jalan menuju makam ayah mereka di mana tersimpan pedang hebat warisan ayah mereka, yaitu pedang Tessaiga. Rupanya, jalan menuju makam tersebut berada pada mutiara hitam yang tersimpan dalam bola mata sebelah kanan Inuyasha, yang kemudian dikeluarkan secara paksa oleh Sesshomaru. Sesshomaru dan Inuyasha pun bertarung memperebutkan pedang yang sesuai pesan ayah mereka diwariskan untuk Inuyasha tersebut. Dengan keterlibatan Jaken, Kagome, dan Kakek Myoga, perebutan itu berakhir dengan keberhasilan Inuyasha mendapatkan pedang yang memang sudah seharusnya ia miliki.

Akan tetapi, Sesshomaru tidak langsung menyerah. Ia mencoba lagi merebut Tessaiga dari Inuyasha, sekalipun pedang itu memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman. Hingga dalam keadaan terdesak karena Sesshomaru mengerahkan seluruh kekuatan dengan berubah ke wujud asli yaitu anjing raksasa, Inuyasha memotong lengan kiri Sesshomaru.
Melihat hal ini, Naraku mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Sesshomaru agar mengalahkan Inuyasha, yang tentu saja kemudian disadari oleh Sesshomaru. Hingga baik Inuyasha maupun Sesshomaru pun menjadi musuh Naraku, meski tak dapat pula dikatakan Inuyasha dan Sesshomaru berada dalam satu pihak.

Sifat

Berbeda dengan Inuyasha, Sesshomaru adalah pribadi yang dingin, selalu tenang, tanpa ekspresi, dan irit bicara. Sesshomaru yang lahir sebagai siluman anjing sejati, tak mau mengakui bahwa ia mempunyai seorang adik yang setengah siluman. Ia dengan segala keangkuhan selalu menganggap rendah manusia dan makhluk setengah siluman seperti Inuyasha dan teman-temannya. Karena itulah ia tidak terima Tessaiga yang merupakan pedang pembunuh terhebat diwariskan pada adiknya yang makhluk setengah siluman.Tetapi sejak ia ditolong oleh seorang anak perempuan bernama Rin setelah ia sempat dikalahkan oleh Inuyasha, lalu Rin ia selamatkan dari maut yang hampir menjemput gadis kecil itu, ia pun mulai menghargai nyawa manusia. Juga selama bertualang bersama Jaken dan Rin, ia merasakan kekaguman dari siluman wanita bernama Kagura yang merupakan bagian dari diri Naraku dan melihat kuatnya persahabatan Inuyasha dan teman-temannya.

Sedikit demi sedikit Sesshomaru berubah menjadi lebih lembut hatinya dan rasa sayang pada Rin yang jelas-jelas manusia, makhluk yang awalnya ia benci, benar-benar tak dapat ia pungkiri. Ini membuktikan bahwa dalam tubuhnya masih mengalir darah ayahnya sebagai siluman hebat yang berhati mulia.

Senjata

Sebagai siluman anjing yang pastinya memiliki taring untuk menyerang, Sesshomaru juga dapat bertarung menggunakan cambuk kilat dan jurus ‘Dokkaso’ (cakar beracun). Tapi sejak awal Sesshomaru memegang pedang yang juga dibuat dari taring ayahnya, dan merupakan warisan khusus untuknya, yaitu Tenseiga. Berbeda dengan Tessaiga, Tenseiga adalah pedang penyembuh. Saat ada makhluk yang baru saja mati, Tenseiga dapat menyingkirkan sosok dari alam sana yang hendak membawa makhluk tersebut. Tapi ada saat-saat tertentu di mana Tenseiga tak dapat menyembuhkan, yaitu ketika makhluk yang mati itu langsung musnah (seperti yang terjadi pada Kagura), atau makhluk itu sudah pernah diselamatkan oleh Tenseiga sebelumnya (dengan kata lain, Tenseiga hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang satu kali).
Karena tak tertarik menggunakan kemampuan Tenseiga, Sesshomaru sempat membuat pedang yang diberi nama Tokijin dari taring Goshinki, salah satu siluman bagian diri Naraku. Tapi pedang setan itu kemudian rusak dan ia tinggalkan.

Sesshomaru tentu sempat kecewa saat mengetahui ternyata Tenseiga adalah bagian dari Tessaiga yang ‘dibuang’ bersama jurus paling berbahaya yaitu ‘Meido Zangetsuha’. Tapi melihat Inuyasha terbukti dapat menguasai Tessaiga dengan baik, ia pun merelakan jurus yang semula cukup menjadi andalannya itu kembali menjadi milik Tessaiga.
Namun saat bersama Inuyasha melawan Magatsuhi, sosok yang baru dimunculkan oleh Naraku, Sesshomaru mendapat pedang yang bukan warisan dari ayahnya, tapi memang pedangnya sendiri yang selama ini tersembunyi di dalam tubuhnya, yaitu Bakusaiga. Bersamaan dengan munculnya pedang itu pula, lengan Sesshomaru yang pernah dipotong oleh Inuyasha pun kembali seperti semula. Ini berarti Sesshomaru telah melampaui kemampuan ayahnya dan terbebas dari obsesi mendapatkan Tessaiga yang telah mengurung pedang tersebut selama ini.
Bakusaiga adalah pedang yang cukup kuat untuk mengalahkan Naraku, hanya saja Naraku menyandera Rin, sehingga Sesshomaru tak dapat leluasa menggunakan pedangnya. Dan Sesshomaru bersama Inuyasha dengan teman-temannya, masih terus berjuang untuk mengalahkan Naraku.

Written By Nadia Sy
Sumber : Manga Inuyasha volume 1 – 55
Gambar : photobucket.com, inuyashaworld.com

Profil Inuyasha

inuyasha4.jpg

Nama : Inuyasha
Umur : 17-18 (tidak termasuk 50 tahun disegel)
Keluarga :Shesoumaru (kakak beda ibu)
Kekasih : Kikyo dan Kagome
Sahabat : Miroku,Sango,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai

Inuyasha adalah seorang hanyo (manusia setengah siluman), lahir dari ayah siluman anjing yang hebat dan ibu manusia biasa. Keduanya meninggal saat inuyasha masih kecil. Setelah itu, ia hidup sebatang kara jauh dari lingkungan manusia maupun siluman. Saat beranjak dewasa, ia bertemu dengan seorang miko (pendeta shinto wanita) muda yang bernama Kikyo. Miko ini mampu mensucikan dan menjaga shikon no tama (bola empat arwah), bola kristal yang bisa memberikan kekuatan luar biasa pada siapa pun yang memakainya. Karena jenuh menjadi hanyo, Inuyasha berusaha merebut shikon no tama dari Kikyo dengan tujuan menggunakannya untuk berubah menjadi siluman sejati yang lebih kuat. Tapi ia tak pernah berhasil karena tak pernah berniat membunuh Kikyo, dan Kikyo juga tak pernah berusaha membunuh Inuyasha. Lambat laun, Inuyasha jatuh cinta pada Kikyo, dan ia terkejut saat Kikyo menawarkan padanya agar menggunakan shikon no tama untuk menjadi manusia. Dengan demikian, mereka bisa hidup bersama sebagai manusia biasa.
Inuyasha menyetujui tawaran tersebut, akan tetapi pada hari yang dijanjikan ia justru diserang oleh ‘Kikyo’ yang mengejeknya begitu bodoh karena percaya. Dengan marah Inuyasha lalu menyerang desa dan merebut Shikon no tama dari kuil Kikyo. Akibatnya, Kikyo menyegel Inuyasha di sebatang pohon besar dalam hutan dekat desa itu…
50 tahun kemudian, Inuyasha bangkit kembali karena segelnya dilepas oleh seorang gadis bernama Kagome yang ternyata adalah reinkarnasi Kikyo di masa depan. Situasi menjadi kacau sejak shikon no tama muncul kembali setelah hilang selama 50 tahun dan para siluman memperebutkannya. Karena kewalahan, tanpa sengaja Kagome membuat shikon no tama pecah berkeping-keping dan tersebar ke mana-mana. Lalu nenek Kaede, adik Kikyo yang juga seorang miko, menyuruh Inuyasha membantu Kagome mengumpulkan kembali pecahan-pecahan shikon no tama tersebut.
Petualangan panjang mereka dimulai dari sini…

Sifat
Seperti tipikal tokoh hero kebanyakan, meskipun tak terlihat dari perawakannya tapi Inuyasha sangat kuat. Ia mampu mengungguli tenaga dan membasmi Ryukossei, siluman raksasa yang pernah bertarung dengan ayah Inuyasha hingga ayah Inuyasha berhasil menyegelnya, lalu ayah Inuyasha meninggal karena terluka parah. Inuyasha juga pernah membuat Naraku, musuh utama mereka, terdesak (tapi bisa melarikan diri — manjangin cerita).
Dari sikap dan caranya bicara, Inuyasha terkesan keras, kasar, sok, egois, gengsian, sensitif, dan berpikiran sempit. Juga agak lemot, kekanak-kanakan, dan konyol. Tapi di balik itu, hatinya sangat lembut. Ia sangat setiakawan dan selalu melindungi orang-orang yang ia sayangi sekuat tenaga. Karena itulah ia sangat khawatir bila kekuatan silumannya hilang setiap malam bulan baru (saat bulan tidak muncul) dan berubah menjadi manusia biasa.

inuyasha3.jpg

Dilema
Sejak awal, Inuyasha telah jatuh cinta pada Kikyo. Meskipun marah karena Kikyo menyerang dan menyegelnya, tapi sebenarnya rasa itu tak berubah. Terlebih lagi ketika diketahui ternyata Naraku yang menyerang inuyasha dengan wujud Kikyo, untuk mengadu-domba mereka. Tapi sejak berpetualang dengan Kagome, ia pun mulai menyukai gadis yang meskipun reinkarnasi Kikyo tapi memiliki karakteristik berbeda itu. Kebingungan melanda saat Kikyo bangkit kembali dan ternyata masih menyimpan dendam pada Inuyasha. Meski kemudian tahu musuh mereka adalah Naraku, Kikyo tidak ikut bergabung dengan Inuyasha dan teman-temannya. Tetapi perasaan Inuyasha dan Kikyo masih sama seperti 50 tahun yang lalu. Karena itu bila harus memilih, Inuyasha memilih Kikyo. Walau tentu saja Kagome yang akan terluka…

inuyasha1.jpg

Senjata
Senjata tetap Inuyasha sebagai setengah siluman anjing tentu saja adalah kukunya. Jurus yang sering ia gunakan dengan mencakar lawan yaitu “Sankontesso” (kuku pemecah besi), dan saat terluka oleh lawan ia bisa menjadikan darahnya sebagai senjata dengan “Hijinkesso” (pedang kuku darah terbang). Kemudian Inuyasha berhasil mendapatkan Tessaiga, pedang pemberian ayahnya yang berusaha direbut oleh Sesshomaru, kakak Inuyasha yang siluman sejati. Tessaiga memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman, karena khusus untuk melindungi Inuyasha dan ibunya. Meski tidak sehebat Sesshomaru dalam menemukan dan memakai jurus-jurus andalan Tessaiga, tapi Inuyasha dengan semangat dan kelembutan hatinya berhasil menguasai tiga jurus : “Kaze no kozu” (angin penyayat/luka angin), “Bakuryuha”, dan “Kongosoha”. Tessaiga juga dapat menjadi Tessaiga merah penghancur kekkai (tabir pelindung) berkat seorang anak perempuan penjaga kekkai yang juga adalah seorang hanyo. Lalu setelah mendapat jurus “Dragon Scaled Tessaiga” dari pedang Datsuki yang dapat menyerap energi siluman, Tessaiga memperoleh jurus terbesar dari pedang Tenseiga yaitu “Meido Zangetsuha”.
Satu lagi fungsi Tessaiga adalah meredam gejolak darah siluman Inuyasha. Pada saat terdesak, Inuyasha bisa berubah menjadi siluman dengan kekuatan luar biasa yang tidak terkontrol demi menyelamatkan dirinya. Dengan memegang Tessaiga, hal itu dapat dicegah.

inuyasha6.jpg

Sumber tulisan: Inuyasha manga volume 1 - 54, gambar : inuyashaworld.com

KIsah Inuyasha & Kikio

Siapa Itu Kikio?
Nama : Kikyo
Umur : 18 (umurnya ketika tewas)
Keluarga : Kaede (adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Onigumo


Kikyo adalah miko (pendeta shinto wanita) berkekuatan spiritual hebat yang mampu mengalahkan banyak siluman dan menyucikan hawa jahat. Karena kemampuan itu ia dipercaya untuk memegang shikon no tama, bola yang dapat memberi kekuatan bagi siapa pun yang menggunakan, untuk tetap dijaga kesuciannya dan terhindar dari kejahatan.

Di sela-sela perjuangannya membasmi siluman jahat yang mencoba melawan, Kikyo juga menghadapi sorang hanyo(manusia setengah siluman) bernama Inuyasha yang hendak merebut shikon no tama karena ingin menggunakan bola kristal itu untuk berubah menjadi siluman sejati. Kikyo melihat kebaikan dalam diri hanyo yang bersifat kekanak-kanakan ini, sehingga tak pernah ada niat untuk saling melukai. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka saling mengenal dan memahami keadaan satu sama lain, hingga kemudian tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kikyo pun menawarkan pada Inuyasha agar menggunakan shikon no tama untuk berubah menjadi manusia, lalu mereka hidup bersama sebagai manusia biasa, karena tanpa shikon no tama Kikyo akan menjadi manusia biasa yang tak memiliki kekuatan besar untuk melawan siluman. Inuyasha yang tak menduga gadis berhati mulia itu ternyata memiliki perasaan begitu kuat padanya, mencoba mempertimbangkan tawaran tersebut… hingga akhirnya menerima.

Di sisi lain, Suatu waktu Kikyo menolong seorang perampok yang tubuhnya terbakar dan lumpuh sehingga hanya bisa terbaring di dalam sebuah gua. Setiap hari Kikyo ditemani adiknya Kaede yang masih kecil selalu mengunjungi, memberi makan dan mengurus pria bernama Onigumo (laba-laba setan) itu,hingga tanpa diduga ternyata menumbuhkan rasa ingin memiliki dalam hati Onigumo.
Bagai air susu dibalas dengan air tuba, Onigumo menyerahkan tubuhnya pada siluman demi mendapat kekuatan dan obsesi memiliki Kikyo. Karena kekuatan jahat ratusan siluman menguasainya, Onigumo seolah lahir kembali menjadi siluman kuat dan sangat licik bernama Naraku.
Tepat di hari perjanjian Kikyo dan Inuyasha menggunakan shikon no tama untuk mengubah Inuyasha menjadi manusia, yang muncul di hadapan Kikyo justru ‘Inuyasha’(yang sebenarnya adalah naraku) yang tanpa ragu menyerang dengan cakarnya dan merebut shikon no tama dari Kikyo. Kikyo pun sangat marah dan kecewa, karena ia telah begitu percaya pada Inuyasha. Hingga setelah Inuyasha mengamuk di kuil Kikyo dan merusak desa, ia menyegel Inuyasha dengan panahnya. Dengan kekuatan yang tersisa karena terluka cukup parah, Kikyo meminta Kaede membakar tubuhnya yang membawa shikon no tama agar bola kristal itu lenyap dari alam ini bersama dengan kematiannya…

50 tahun kemudian, shikon no tama muncul kembali bersama dengan hadirnya Kagome dari masa depan yang merupakan reinkarnasi Kikyo. Inuyasha juga telah dilepas segelnya oleh Kagome yang memiliki kekuatan spiritual setara dengan Kikyo.
Suatu hari, muncul seorang penyihir wanita bernama urasue yang hendak membuat boneka suruhan dalam wujud Kikyo. Ia mencuri tulang dan tanah kubur Kikyo yang memang berada tidak jauh dari kuil Kikyo yang kini dijaga Kaede. Dengan sedikit jiwa yang diambil dari Kagome, Urasue berhasil membangkitkan kembali Kikyo yang terkenal sebagai miko yang kuat. Tapi alih-alih menjadi boneka yang dapat dikendalikan bagi Urasue, sesaat setelah bangkit Kikyo langsung menghancurkan penyihir itu. Selanjutnya Kikyo hendak menyerang Inuyasha, namun karena kekuatannya tidak cukup untuk melawan maka ia melarikan diri.
Kikyo pun menjadi semacam zombie yang dengan menggunakan siluman bernama shinidamachu mengumpulkan kekuatan dari jiwa gadis muda yang baru mati, dan ia masih menyimpan dendam pada Inuyasha.

“Seandainya aku masih hidup… Mungkin aku yang akan mengubahnya”

Setelah mendengar penjelasan dari Kaede, Kikyo mengerti bahwa ia dan Inuyasha telah diadu-domba. Ia lalu berusaha memburu Naraku, meski tetap tak mau bergabung dengan Inuyasha dan kawan-kawan yang melakukan perjalanan bersama. Kikyo melihat Inuyasha telah banyak berubah, sorot mata yang dulu tak mempercayai siapapun, sekarang telah menemukan tempat untuk berbagi. Seorang hanyo yang selalu kasar dan tak punya teman, sekarang disukai dan bisa dilihat kebaikannya. Satu hal yang dulu ingin dilakukannya pada Inuyasha, ternyata telah dilakukan oleh Kagome…

Senjata

Kikyo sangat mahir menggunakan busur dan anak panah untuk mengalahkan musuh. Kagome yang masih pemula dalam menggunakan senjata ini tentu tak dapat menandingi. Tapi Kikyo juga sering terdesak karena hanya sendirian. Di saat seperti itu, Inuyasha selalu datang untuk menolongnya karena tak ingin kehilangan Kikyo untuk kedua kali. Dan saat itu pula Kagome harus menyadari posisinya sebagai yang kedua.

Akhir Perjuangan Kikyo

Awalnya, Kikyo yang masih dikuasai dendam menjadi tak begitu menghargai nyawa manusia. Ia bahkan sempat hendak mengambil kesempatan untuk membunuh Kagome. Tetapi sedikit demi sedikit ia terpengaruh oleh kebaikan Kagome dan yang lain, hingga sifat aslinya pun kembali. Kikyo mengorbankan dirinya untuk mengalahkan Naraku, tapi tidak berhasil. Sebelumnya, Kikyo diperkirakan musnah karena racun Naraku tapi ternyata ia masih bertahan dan berhasil diselamatkan oleh Kagome. Tapi untuk kedua kalinya, Kagome tak mampu menyelamatkan Kikyo. Tidak hanya Inuyasha, tapi Kagome dan yang lain juga merasa kehilangan karena di akhir keberadaannya Kikyo telah menjadi bagian dari mereka.
Dan pada saat kepergiannya, hanya Inuyasha yang menemani Kikyo hingga tubuh gadis itu menjadi cahaya yang hilang ditelan malam.

Sumber : manga inuyasha vol.1-56, inuyashaworld.com
gambar : photobucket.com