Sabtu, 08 November 2008

Kelahiran Inuyasha

Inuyasha

Ayah Inuyasha adalah siluman yang amat disegani pada masa hidupnya, dan ibu Inuyasha adalah seorang putri bangsawan yang tersohor kala itu. Meski begitu, karena ibu Inuyasha adalah manusia dan ayahnya adalah siluman, cinta mereka berdua ditentang oleh berbagai pihak. Pada akhirnya, ayah Inuyasha meninggal karena terluka akibat melindungi Inuyasha dan ibunya di hari kelahiran Inuyasha. Ternyata bukan hanya hari kelahiran Inuyasha saja yang begitu tragis. Masa kecilnya dipenuhi dengan kesengsaraan, manusia disekitarnya takut padanya karena ia menjadi setengah siluman, dengan separuh darah siluman dan separuh manusia. Tetapi, di antara kaum silumanpun, Inuyasha malah dianggap manusia lemah dan selalu dikejar oleh mereka. Mungkin, inilah yang membuat Inuyasha tumbuh menjadi cowok kasar yang cuek pada orang-orang disekitarnya. Meski begitu kawan, ternyata ia tidak pernah membenci ibunya.

Mungkin, dimulutnya dia bisa saja menghina ibu atau ayahnya sendiri dan berlagak egois, tapi kenyataannya?

Beberapa waktu setelah segelnya dibuka oleh Kagome, kakak tiri Inuyasha, yang berasal dari lain ibu, yakni Sesshomaru, datang dan menanyakan pada Inuyasha letak makam ayahnya. Sayangnya, Sesshomaru tidak bertanya dengan cara yang baik. Ia membawa seseorang yang katanya dibawanya dari dunia arwah… yup, ibu Inuyasha. Dan Inuyasha, yang tidak tega melihat ibunya diperlakukan buruk oleh Sesshomaru itupun menyelamatkan ibunya. Tanpa tahu bahwa itu bukan ibunya, melainkan Muonna. Siluman yang terbentuk dari kumpulan roh wanita yang kehilangan anaknya dalam perang. Tapi karena itulah, karena dia adalah siluman yang terbentuk dari kasih sayang ibu terhadap anaknya, meski ia sempat menipu Inuyasha atas perintah Sesshomaru, Muonna akhirnya hancur karena melindungi Inuyasha dari Sesshomaru…

200 Tahun Lalu........


200 tahun yang lalu, ayah Inuyasha pernah mengalahkan siluman ngengat yang kuat dari Cina bernama Hyoga. Sekarang saat Inuyasha sedang memburu Naraku bersama teman-temannya, sekeping pecahan shikon no tama membebaskan Menomaru, putra Hyoga. Menomaru kemudian hendak membalas dendam dan membebaskan kembali kekuatan ayahnya yang disegel bersama dengan tubuhnya. Bersama dua anak buahnya, Hari dan Ruri, Menomaru pun mulai melawan Inuyasha. Sango dan Miroku kewalahan menghadapi keduanya, di mana Ruri meniru ‘lubang angin’ milik Miroku dan Hari mencuri sahabat terpercaya Sango, Kirara. Menomaru memberi kutukan pada Kagome hingga gadis itu beralih menjadi musuh Inuyasha.

Ketika akhirnya Menomaru berhasil mendapat kekuatan dari leluhurnya yang sempat disegel oleh ayah Inuyasha, ia menjadi Hyoga yang baru dan lebih kuat. Hyoga segera mulai mengacaukan waktu dengan menghisap seluruh jiwa dari orang banyak untuk mengumpulkan kekuatan seluruh keluarganya pada tubuhnya. Hal ini ternyata sempat membuat Kagome tersadar dan mencari Inuyasha.

Saat menyeberangi sebuah jembatan, Inuyasha menyangka sedang melihat Kikyo, padahal itu adalah kagome yang memakai pakaian miko seperti Kikyo. Inuyasha menghampiri Kagome, sementara Kagome berteriak menyuruhnya pergi namun suaranya tak terdengar. Saat Inuyasha memeluknya, Kagome sempat menyuruh Inuyasha untuk lari, karena ia tak dapat mengendalikan dirinya yang masih dalam pengaruh kutukan hendak menyerang Inuyasha. Jelas Inuyasha heran, namun belum sempat berpikir ia telah tertusuk ‘cakar’ yang muncul dari tangan Kagome. Ia kemudian dikejar oleh Kagome melewati gua dan pohon-pohon, hingga berhadapan di dekat pohon tempat ia pernah disegel.

Ketika tersadar kembali beberapa saat, Kagome menyuruh Inuyasha untuk segera lari. Tapi Inuyasha berkeras mengatakan tak akan meninggalkan Kagome begitu saja. Saat itulah Kagome yang kehilangan kontrol dirinya menyerang Inuyasha dengan panahnya hingga menancap pada pohon tempat Inuyasha disegel, persis seperti yang dilakukan Kikyo 50 tahun yang lalu. Kemudian ia tersadar dan sambil menangis berlari menghampiri Inuyasha. Setelah itu Kikyo datang mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahan Kagome, karena ia seharusnya tidak berada di zaman ini dan seharusnya ia membawa shikon no tama di zamannya sendiri. Kikyo lalu memaksa Kagome masuk ke dalam sumur pemakan tulang, dan karena pengaruh kekacauan waktu yang dilakukan oleh Menomaru, Kagome pun terperangkap di masa depan. Sumur pemakan tulang tak lagi dapat membuatnya berpindah zaman.

Setelah kembali ke zamannya, Kagome berjalan melewati jalanan kota Tokyo yang bersalju. Ketika berjalan menuju pohon di dekat rumahnya, pohon yang sama dengan tempat Inuyasha disegel, ia melihat seolah Inuyasha ada di sana, tak sadarkan diri dengan tertancap anak panah yang ia tembakkan. Saat berjalan menghampiri, salju yang turun menghapus bayang-bayang Inuyasha tersebut. Saat itulah ia sadar bahwa tanpa jalan penghubung ke masa lalu, ia tak akan dapat bertemu kembali dengan inuyasha…

Kemudian Kagome menghampiri pohon itu dan meletakkan telapak tangan pada permukaannya. Ternyata Kagome dan Inuyasha dapat terhubung dan berbicara dengan pikiran. Kagome lega ternyata Inuyasha masih hidup, meski terluka cukup parah. Kagome pun berusaha kembali ke sumur tapi ternyata sumur itu dipenuhi akar yang menjalar keluar. Lalu ia mengatakan pada Inuyasha bahwa ia tak dapat kembali. Inuyasha mengatakan bahwa Kagome bisa menggunakan panah suci. Kagome lalu menggunakan tongkat dan busur milik kakeknya, sementara Inuyasha berusaha memotong akar yang menutupi sumur. Ledakan dari panah yang membuka kembali jalan penghubung dalam sumur membuat Inuyasha terbakar dan jatuh terpental. Gara-gara itu Inuyasha marah-marah dan bertengkar dengan Kagome yang baru saja muncul dari sumur. Kakek Myoga pun melerai dan mengingatkan bahwa mereka harus mengalahkan Menomaru sebelum terlambat.

Sesshomaru yang muncul sesaat menyadari bahwa musuh lama ayahnya sedang bertarung dengan adiknya yang setengah siluman, tapi memilih untuk tak ikut campur.

Miroku dan Sango lalu berhasil mengalahkan Hari dan Ruri, kemudian bergabung dengan Inuyasha, Kagome, dan Shippo untuk menghadapi Menomaru. Tapi, dia muncul dari kepompong sebagai Lord Hyoga yang baru, dewa ngengat dengan kekuatan jauh lebih besar dari yang pernah dimiliki ayahnya. Hanya dengan kekuatan panah suci Kagome dan serangan Bakuryuha Inuyasha mereka dapat dengan sukses menghancurkan Hyoga.

Dengan demikian, keadaan pun kembali seperti semula. Seperti Kagome yang dapat bertualang di zaman perang tempat Inuyasha tinggal, Inuyasha pun dapat mengunjungi zaman modern tempat tinggal Kagome. Dengan melewati sumur pemakan tulang, entah mengapa hanya mereka berdua yang dapat melintasi waktu…

Sumber : Wikipedia

This entry was posted

Senin, 03 November 2008

Ending Of Inuyasha

Setelah berhasil mengalahkan Naraku (rasanya terlalu panjang buat diceritakan tentang gimana Inuyasha dan kawan-kawan mengalahkan naraku), ternyata masih ada ‘hadiah’ dari Naraku yaitu permintaan terakhirnya. Ya, siapapun yang pernah memiliki shikon no tama secara utuh dapat mengajukan satu permintaan yang akan dipenuhi oleh shikon no tama. Dan permintaan Naraku adalah : saat ia tewas, Kagome terperangkap dalam kegelapan dan bila kemudian kagome meminta pula pada shikon no tama yang sudah beralih kepadanya agar ia dapat bertemu Inuyasha, maka justru Kagome akan terperangkap selamanya di dunia kegelapan dalam shikon no tama itu sendiri di mana jiwa Midoriko dan para siluman yang dilawannya terus bertarung tanpa henti.

Tapi meski tak tahu tentang permintaan Naraku yang menjebak, Kagome tidak mengajukan permintaan untuk dapat bertemu dengan Inuyasha, karena ia telah menyiapkan satu permintaan. Konon, bila seseorang mengajukan satu permintaan yang tepat, maka shikon no tama akan menghilang selamanya. Dan Kagome harus menunggu dalam kegelapan, dalam ketakutan akan terjebak di sana selamanya dan tak akan bertemu lagi dengan keluarganya. Dengan kepercayaan penuh pada Inuyasha yang pasti akan mencari jalan dan menemukannya, ia pun bertemu dengan Inuyasha yang juga berusaha keras mencarinya. Setelah itu Kagome mengajukan permintaannya, yaitu agar shikon no tama menghilang. Tentu saja, itulah permintaan tepat yang melenyapkan shikon no tama selamanya.
Dengan demikian, sumur pemakan tulang yang sempat menghilang karena permintaan Naraku pun muncul kembali, dan hanya sesaat Inuyasha menemani Kagome kembali ke zamannya, tiba-tiba sumur pemakan tulang tidak lagi berfungsi menghubungkan kedua zaman tersebut hingga Inuyasha kembali ke zamannya tanpa Kagome.

Tiga tahun berlalu, Kagome telah menyelesaikan sekolahnya hingga lulus SMA. Tapi ia tak pernah melupakan Inuyasha. Ia baru menyadari, sumur yang tak lagi dapat menghubungkan kedua zaman itu mungkin karena perasaannya sendiri. Saat terperangkap dalam kegelapan, ternyata ia telah menghilang selama tiga hari, dan selama itu dia merasa tak ingin berpisah dari keluarga. Dan sekarang, ia ingin bersama Inuyasha. Lalu sumur itu pun kembali terhubung, dan Kagome memutuskan untuk tinggal di masa lalu, walau harus meninggalkan keluarganya…
Saat kembali ke desa Inuyasha, Miroku dan Sango telah menikah dan meliliki 3 anak (anak pertama kembar 2), Shippo sering pergi keluar desa untuk berlatih menjadi siluman rubah api yang kuat, Kohaku juga terus berlatih menjadi pembasmi yang kuat dengan menggunakan senjata buatan Totosai, kakek Myoga sepertinya lebih banyak bersama Totosai, dan Rin tinggal bersama nenek Kaede belajar ilmu pengobatan seperti juga Kagome kemudian. Sesshomaru sering mampir, dan suatu hari Kagome berteriak memanggilnya “Kakak ipar”.

Demikianlah, akhir yang bahagia untung semuanya, setelah Naraku dan shikon no tama yang menjadi masalah telah lenyap untuk selamanya…

Written by: Nadia
Sumber : Manga Inuyasha volume 56

Minggu, 02 November 2008

Tentang Saya


Selamat datang di inuyashaanimation.blogspot.com dengan ini saya ingin memperkenalkan diri boleh...khan...?nama saya arief lahir pada 31 mei 1991 jadi usia saya sekarang yaaa...17 tahunan lah.saya bertempat di kota kebumen lebih tepatnya desa Krakal.Hobby saya mendengarkan musik,ngegambar&nonton film kartun.Menurutku film kartun tu obat stress yang paling ampuh....!Salah satu film kartun(animasi) yang paling aku suka ya INUYASHA coz ada lucunya,sedih,rame,plus kisahnya yang romantis.selain ceritanya yang menarik INUYASHA juga didasari atas pengaturan animasi yang canggih serta tokoh2 yang khas dengan karakternya masing-masing.Gambarnya juga keren,nggak heran kalo film animasi ini digandrungi banyak kalangan khususnya anak kecil yang tentunya pasti karena pengin liat adegan berantemnya & remaja-remaja yang meraup sisi kisah cintanya yang awalnya sangat mengharukan (inuyasha dan Kikyo) yang diadu domba oleh Siluman yang bernama NARAKU yang awalnya perampok yang tubuhnya terbakar dan di selamatkan Kikyo.Karena Naraku itulah akhirnya Inuyasha & Kikyo yang awalnya sudah saling percaya menjadi saling bunuh-membunuh.Karena merasa dihianati Kikyo malam itu Inuyasha yang berusaha merebut bola 4 arwah dari tangan kikyo dan mengacau desa sebelum akhirnya inuyasha tertusuk oleh anak panah Kikyo yang saat itu telah terluka parah.Akhirnya Inuyasha yang setengah siluman itu tersegel di sebuah pohon dengan panah yang menancap di tubuhnya dan Kikyo pun akhirnya tewas dan kepada adiknya Kikyo minta agar jasadnya dibakar bersama Bola 4 arwah agar tak ada lagi yang mempertaruhkannya lagi.50 tahun kemudian lahir seorang gadis dari dunia modern yang diberi nama Kagome Yang dilukiskan sebagai reinkarnasi dari Kikyo.Seiring waktu berjalan kagome terjerumus dalam sumur yang menghubungkan dunianya dengan dunia Inuyasha.Ia mendapati inuyasha yang saat itu masih tersegel di batang pohon keabadian dan akhirnya kagome pun mencabut panah yang menancap di tubuh inuyasha.Tak ayal lagi Inuyasha pun hidup lagi tapi oleh dipakaikan dahulu seuntir tasbih di leher Inuyasha agar ia tak liar lagi.Singkatnya Kagome ikut berjuang melawan naraku bersama inuyasha dan kawan2nya.Udah dulu ya capek nich.....kalo mau tau kisahnya tonton aja filmnya....pasti seru dech............Oya sory ya yang ngrasa Entrinya aku Copy......Abis bagus sich....he...he...

Written by Arief
03 November 2008

Profil Sango & Kirara


Nama : Sango
Umur : 16
Keluarga : Kohaku (adik)
Kekasih : Miroku
Sahabat : Inuyasha,Kagome,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai


Sango adalah putri dari pemimpin sebuah desa yang para penghuninya terbiasa turun-temurun membasmi siluman jahat. Ibunya telah lama meninggal, dan ia telah dilatih oleh ayahnya hingga menjadi pembasmi yang kuat.
Sementara adik Sango satu-satunya yang bernama Kohaku, masih kecil dan belum berpengalaman membasmi siluman.

Suatu hari, para pembasmi terkuat dari desa tersebut diundang ke sebuah benteng milik bangsawan untuk membasmi siluman yang mengganggu. Ternyata, pemilik benteng tersebut adalah Naraku yang kemudian membuat Kohaku dirasuki siluman hingga membunuh seluruh pembasmi yang ada di sana termasuk ayahnya sendiri, dan melukai Sango. Pada saat yang sama, desa tempat mereka tinggal diserang oleh siluman dalam jumlah sangat banyak hingga tak mampu dihadapi oleh para pembasmi, dan tak ada satu orang pun yang selamat.

Naraku sengaja membiarkan Sango hidup untuk diadu domba dengan Inuyasha yang kebetulan datang ke desa itu kemudian.
Pertarungan pun sempat terjadi, dan Sango nyaris bertarung hingga tewas dengan pecahan shikon no tama yang diberikan padanya. Namun karena sudah mengetahui duduk persoalannya, Inuyasha dan teman-temannya berhasil menyadarkan Sango. Maka Sango pun ikut bergabung dan memperkuat Inuyasha, Kagome, Shippo, serta Miroku dalam mengumpulkan pecahan shikon no tama dan memburu Naraku.

Sifat

Sebagai manusia, Sango memiliki kemampuan yang sangat hebat dalam membasmi siluman. Keluarganya telah turun-temurun mempelajari cara membasmi siluman dengan meneliti apa saja kekuatan dan kelemahan dari berbagai jenis siluman, serta melawan dengan senjata lengkap mulai dari bermacam-macam racun hingga senjata rahasia.

Tetapi sekuat apa pun, Sango tetap seorang gadis yang bisa galau dan goyah saat mengalami tekanan. Karena itu ia sempat terjebak oleh Naraku yang menyuruhnya mencuri pedang Tessaiga untuk ditukar dengan Kohaku. Juga demi Kohaku yang merupakan satu-satunya keluarga Sango yang masih hidup, ia berusaha sekuat tenaga melindungi bahkan hampir mengorbankan diri sendiri, walau Kohaku berada dalam pengaruh dan mengikuti perintah Naraku.

“Daripada Aku Meninggalkanmu, Lebih baik Kita Mati Bersama…”

Tak bisa dipungkiri, seiring melewati waktu bersama, Sango jatuh hati pada Pendeta playboy bernama Miroku yang cukup banyak digrandungi wanita. Ia tak terus terang mengatakan, tapi dari sikapnya yang dingin saat melihat perempuan-perempuan yang bermanja pada Miroku hal itu jelas terlihat.

Hingga suatu hari saat menemukan persembunyian Naraku dan mereka terdesak, Miroku yang lemas karena keracunan menyuruh Sango untuk lari meninggalkannya. Tapi Sango menolak, dan akhirnya mereka berhasil melewati rintangan tersebut bersama. Beberapa waktu setelah itu, Miroku menawarkan untuk menikah jika perang berakhir. Tentu saja Sango senang dan langsung menerima, … walau kemudian ia harus mengalami sakit hati karena sifat playboy Miroku dan kedekatan pendeta itu dengan beberapa wanita di masa lalu.

Senjata

Senjata-senjata yang dipakai oleh para penduduk desa pembasmi umumnya dibuat dari tulang dan cangkang siluman-siluman yang telah mereka basmi. Untuk Sango, senjata andalan adalah ‘Hiraikotsu’, bumerang raksasa yang dibuat dari tulang banyak siluman. Senjata ini seolah menjadi sahabat bagi Sango karena telah ia pakai sejak mulai menjadi pembasmi.
Selain itu ada pedang yang siap sedia bila Hiraikotsu terlepas, dan senjata rahasia di pergelangan tangan yang dapat dikeluarkan tiba-tiba bila pedang juga terlepas.
Dan yang tak kalah penting, ada berbagai jenis racun yang dapat digunakan pada siluman-siluman tertentu. Supaya tak terpengaruh dengan racun yang disebar, Sango biasa memakai masker saat bertarung.

——————————————————————————————-

Nama : Kirara
Umur : Tak diketahui
Sahabat : Sango,Inuyasha,Kagome,Miroku,Shippo,Kakek Myoga,Totosai

Kirara adalah siluman kucing yang kuat. Saat santai ia berwujud seukuran kucing normal yang lucu, tapi saat bertarung ia berubah menjadi seukuran kuda yang dapat ditunggangi. Tidak jelas sejak kapan Kirara telah menjadi sahabat sekaligus tunggangan Sango dalam membasmi siluman. Kirara dapat diandalkan karena memiliki taring tajam dan dapat terbang.


Dalam anime dijelaskan bahwa Kirara dulunya adalah tunggangan Midoriko, seorang miko berasal dari desa pembasmi yang berperan dalam asal-usul terbentuknya shikon no tama. Tapi dalam manga tidak pernah dijelaskan demikian.

Written by Nadia
Sumber : anime dan manga Inuyasha vol 1-56 by Takahashi Rumiko, inuyashaworld.com
gambar : photobucket.com

Profil Miroku


Nama : Miroku
Umur : 19
Kekasih : Sango
Sahabat : Inuyasha,Kagome,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai


Miroku adalah seorang pendeta Buddha muda yang seperti kakek dan ayahnya, terbiasa berkelanan untuk membasmi siluman jahat. 50 tahun yang lalu, kakek Miroku terjebak oleh Naraku yang menyamar dalam wujud wanita cantik. Naraku meninggalkan kutukan berupa ‘kaza ana’ (lubang angin) pada telapak tangan kanan kakek Miroku. Jika dibuka, lubang angin itu akan menghisap apapun yang ada di depannya, dan bila telah masuk tak akan bisa keluar kembali.

Kutukan itu hanya dapat hilang bila Naraku telah mati. Tapi kakek Miroku tak dapat membunuh Naraku hingga akhirnya tewas terhisap lubang yang semakin lama semakin membesar tersebut. Dan ternyata, kutukan itu menurun pada ayah Miroku yang kemudian mengalami hal yang sama, hingga akhirnya menurun pula pada Miroku.

Sejak ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, Miroku hidup bersama pendeta tua yang pemabuk bernama Mushin, hingga setelah cukup dewasa ia pun berkelana sendirian. Suatu hari dalam perjalanan membasmi siluman jahat dan mengumpulkan pecahan shikon no tama, ia bertemu dengan Inuyasha, Kagome, dan Shippo yang juga sedang mengumpulkan pecahan shikon no tama. Awalnya Miroku berusaha merebut pecahan shikon no tama yang ada pada Kagome, dan karena itu sempat bertarung dengan Inuyasha. Tapi setelah saling mengenal kebaikan dan kehebatan masing-masing, maka Miroku pun ikut bergabung dengan Inuyasha, Kagome, dan Shippo dalam perjalanan mengumpulkan pecahan shikon no tama dan memburu Naraku.

Sifat

Miroku benar-benar memiliki tenaga magis yang sangat kuat sebagai seorang pendeta, hingga mampu menaklukkan banyak siluman. Akan tetapi sikapnya justru sangat bertolak belakang dengan sikap pendeta pada umumnya. Ia seringkali mendatangi rumah bangsawan kaya dengan dalih mengusir siluman yang mengganggu, supaya diberi imbalan. Dan bila tidak diberi, ia bisa mencuri barang-barang berharga untuk kemudian dijual. Satu lagi, Miroku juga gemar menggoda wanita cantik.

Tapi di balik itu, Miroku seringkali kesulitan menghadapi rasa takut dalam dirinya, rasa takut akan segera lenyap ditelan lubang angin di telapak tangannya. Karena itu, setelah menemukan teman-teman yang memperhatikan, menguatkan hatinya, dan memberi semangat, ia selalu berjuang sekuat tenaga, bahkan rela mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan teman-temannya saat mereka dalam bahaya.

“…Maukah Kau Melahirkan anakku?”

Pada setiap wanita cantik yang baru ditemuinya, termasuk juga Kagome, Miroku selalu menyempatkan diri untuk dengan ekspresi serius mengatakan : “Maukah Kau melahirkan anakku?”, walau bagaimanapun reaksi mereka kemudian. Kenyataannya, ia tak pernah menganggap hal itu serius.

Hanya pada seorang wanita hal itu tak dikatakannya saat baru bertemu, yaitu Sango. Setelah melewati kebersamaan yang juga diwarnai pertengkaran, walau tak diakui sesungguhnya Miroku dan Sango saling menyukai. Hingga suatu hari setelah menghadapi pertempuran berat yang hampir menewaskan mereka berdua, akhirnya Miroku dengan serius mengatakan, “…Setelah pertempuran dengan Naraku berakhir dan kutukan lubang angin ini hilang, maukah kau melahirkan anakku, dan kita hidup bersama?” Sango pun dengan terharu menerima, walau Miroku tak dapat menjawab saat diminta untuk setia.

Senjata

Walau sejatinya adalah kutukan, lubang angin dapat digunakan sebagai senjata andalan untuk membasmi siluman. Musuh yang besar dan dalam jarak cukup jauh pun dapat dihisap dan dimusnahkan. Akan tetapi bila berhadapan dengan Naraku, ada Saimyosho (serangga beracun) milik naraku yang bila terhisap oleh Miroku akan membuatnya keracunan hingga lemas atau bahkan tewas bila terlalu banyak. Karena itu, Miroku tak dapat menggunakan lubang angin untuk membunuh Naraku.

Tanpa lubang angin, Miroku dapat menggunakan horiki (kekuatan spiritual Buddha), kertas mantra, dan tongkatnya. Miroku juga mampu menggunakan kekkai yang membuatnya tak terlihat oleh musuh untuk beberapa saat.

Sumber : manga Inuyasha vol 1-56 by Takahashi Rumiko, inuyashaworld.com
gambar : photobucket.com

Profil Kagome

kagome_081.jpg

Nama : Higurashi Kagome
Umur : 15 tahun
Keluarga : Ibu,kakek,Sota(adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Hojo,Koga,Jinenji
Sahabat : Miroku,Sango,Shippo,Kakek Myoga,Totosai

Higurashi Kagome adalah gadis kelas 3 SMP yang tinggal di rumah dengan sebuah kuil bersama ibu, kakek, dan adik laki-laki bernama Sota. Suatu hari, terjadi keanehan pada sumur di kuil. Tiba-tiba muncul sesosok siluman yang menarik Kagome masuk ke dalam sumur tersebut. Setelah keluar ternyata Kagome berada di tempat yang berbeda, seperti jauh di masa lalu pada zaman perang. Ia juga tidak tahu dapat dari mana kekuatan mengalahkan siluman yang tadi menariknya ke tempat itu. Lalu Kagome berjalan dan menemukan Inuyasha yang seolah tidur di pohon besar dengan anak panah menancap padanya. Pohon itu dan sumur tadi sepertinya sama dengan yang ada di kuil di rumah Kagome.

both_011.jpg

Sampai di sebuah desa, Kagome bertemu dengan nenek Kaede yang kemudian mengatakan bahwa kemungkinan Kagome adalah reinkarnasi Kikyo, karena wajah dan kemampuannya sangat mirip. Kemudian para siluman kembali menyerang hingga shikon no tama keluar dari tubuh Kagome, dan ia terpaksa melepas segel Inuyasha agar bisa mengalahkan para siluman yang menyerang. Supaya Inuyasha tidak macam-macam (berusaha merebut shikon no tama dari Kagome, misalnya), Kaede segera memasangkan kalung mantra pada Inuyasha, dan menyuruh Kagome mengucapkan 1 kata yang akan membuat Inuyasha lumpuh hingga jatuh ke tanah seolah berat tubuhnya berton-ton. Kata yang terpikirkan oleh Kagome saat itu adalah “Osuwari” yang berarti “duduk” (perintah untuk menyuruh anjing duduk).

Lalu, seekor siluman burung berhasil merebut shikon no tama dan menelan bola kristal itu sambil terbang. Tanpa pikir panjang Kagome memanah burung itu dan berhasil, tapi akibatnya shikon no tama yang hampir melebur dengan tubuh siluman itu pecah berkeping-keping dan tersebar ke segala arah. Karena itulah Kagome harus berpetualang di ‘masa lalu’ ini untuk mengumpulkan kembali pecahan shikon no tama bersama Inuyasha, dan hanya sesekali kembali ke rumahnya lewat sumur yang menghubungkan kedua alam itu.

Sifat

Kagome terlihat sangat lemah dan tidak bisa diandalkan bila melawan musuh secara fisik. Karena itu ia yang selalu dilindungi oleh Inuyasha dan teman-teman yang lain. Tapi kekuatan spiritualnya menunjukkan kesamaan kemampuannya dengan Kikyo, bahkan bisa jadi lebih hebat. Selain Kikyo, hanya Kagome yang selalu bisa memurnikan, melihat, dan merasakan keberadaan pecahan shikon no tama di tubuh siapapun yang menggunakannya.

Meski baru menginjak usia remaja, Kagome bersikap cukup dewasa. Ia sangat sabar menghadapi sikap Inuyasha yang kekanak-kanakan. Ia juga mampu melihat kebaikan di dalam diri Inuyasha, dan pelan-pelan membuat kebaikan itu terpancar keluar lewat sikap Inuyasha.

Tapi, tetap saja ada saatnya Kagome marah, bertengkar, ngambek, atau caper sama Inuyasha. Ya… namanya juga cewek.

“Jadikan Aku yang Kedua…”(???)

Setelah mengenal kebaikan Inuyasha di balik sikapnya yang kasar, Kagome benar-benar menyukai makhluk setengah siluman itu. Terlebih Inuyasha juga menunjukkan gelagat yang sama. Tapi saat mengetahui kisah Inuyasha dan Kikyo di masa lalu, ia merasa jadi orang bodoh yang terang-terangan diduakan. Meski begitu, ia masih optimis karena toh Inuyasha terus bersamanya.Hingga pada suatu hari tanpa sengaja Kagome menyaksikan Inuyasha berjanji pada kikyo bahwa ia akan selalu melindungi Kikyo, Kagome baru sepenuhnya menyadari bahwa ia hanya nomor dua bagi Inuyasha. Kagome dan Inuyasha pun sempat berpisah dalam diam, karena tak ada yang sanggup mengakhiri dengan tegas hubungan yang samar di antara keduanya. Tapi Kagome terus berpikir dan berpikir, hingga akhirnya ia putuskan untuk terus bersama Inuyasha, hanya karena satu alasan : ia ingin bersama Inuyasha. Selama masih ada saat-saat bahagia, dan ada hal yang bisa dilakukannya untuk Inuyasha.

kagome_040.jpg

Senjata

Awalnya, Kagome yang memang hanya gadis SMP biasa dari dunia modern itu benar-benar tidak bisa menggunakan senjata apapun. Tapi karena ia adalah reinkarnasi Kikyo, sudah seharusnya ia bisa menggunakan busur dan anak panah seperti halnya Kikyo. Pelan-pelan ia bisa menggunakan senjata itu, walau masih sering meleset dan kekuatan spiritual yang mengisi panahnya pun masih kalah dengan Kikyo. Tapi bila diserang langsung secara spiritual, Kagome cenderung tak terkalahkan, bahkan oleh Kikyo sekalipun.

kagome_070.jpg

Sumber –> tulisan : manga dan anime Inuyasha by Rumiko takahashi
gambar : inuyashaworld.com

Seshomaru (kakak Inuyasha)


Nama : Sesshomaru
Umur : Tak diketahui (diperkirakan lebih dari 70 tahun)
Keluarga : Inuyasha (adik beda ibu), Ibu
Admirer : Kagura
Sahabat : Jaken, Rin, Kakek Myoga, Totosai


Sesshomaru adalah siluman anjing yang terbiasa hidup berkelana sendirian. Namun entah sejak kapan siluman bernama Jaken selalu mengikuti, menyanjung, dan mengabdi padanya meskipun ia tak pernah menghiraukan. Setelah mendengar bahwa Inuyasha yang tahu di mana makam ayah mereka telah lepas dari segel yang membelenggu selama 50 tahun, Sesshomaru segera mendesak adiknya itu untuk memberikan jalan menuju makam ayah mereka di mana tersimpan pedang hebat warisan ayah mereka, yaitu pedang Tessaiga. Rupanya, jalan menuju makam tersebut berada pada mutiara hitam yang tersimpan dalam bola mata sebelah kanan Inuyasha, yang kemudian dikeluarkan secara paksa oleh Sesshomaru. Sesshomaru dan Inuyasha pun bertarung memperebutkan pedang yang sesuai pesan ayah mereka diwariskan untuk Inuyasha tersebut. Dengan keterlibatan Jaken, Kagome, dan Kakek Myoga, perebutan itu berakhir dengan keberhasilan Inuyasha mendapatkan pedang yang memang sudah seharusnya ia miliki.

Akan tetapi, Sesshomaru tidak langsung menyerah. Ia mencoba lagi merebut Tessaiga dari Inuyasha, sekalipun pedang itu memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman. Hingga dalam keadaan terdesak karena Sesshomaru mengerahkan seluruh kekuatan dengan berubah ke wujud asli yaitu anjing raksasa, Inuyasha memotong lengan kiri Sesshomaru.
Melihat hal ini, Naraku mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Sesshomaru agar mengalahkan Inuyasha, yang tentu saja kemudian disadari oleh Sesshomaru. Hingga baik Inuyasha maupun Sesshomaru pun menjadi musuh Naraku, meski tak dapat pula dikatakan Inuyasha dan Sesshomaru berada dalam satu pihak.

Sifat

Berbeda dengan Inuyasha, Sesshomaru adalah pribadi yang dingin, selalu tenang, tanpa ekspresi, dan irit bicara. Sesshomaru yang lahir sebagai siluman anjing sejati, tak mau mengakui bahwa ia mempunyai seorang adik yang setengah siluman. Ia dengan segala keangkuhan selalu menganggap rendah manusia dan makhluk setengah siluman seperti Inuyasha dan teman-temannya. Karena itulah ia tidak terima Tessaiga yang merupakan pedang pembunuh terhebat diwariskan pada adiknya yang makhluk setengah siluman.Tetapi sejak ia ditolong oleh seorang anak perempuan bernama Rin setelah ia sempat dikalahkan oleh Inuyasha, lalu Rin ia selamatkan dari maut yang hampir menjemput gadis kecil itu, ia pun mulai menghargai nyawa manusia. Juga selama bertualang bersama Jaken dan Rin, ia merasakan kekaguman dari siluman wanita bernama Kagura yang merupakan bagian dari diri Naraku dan melihat kuatnya persahabatan Inuyasha dan teman-temannya.

Sedikit demi sedikit Sesshomaru berubah menjadi lebih lembut hatinya dan rasa sayang pada Rin yang jelas-jelas manusia, makhluk yang awalnya ia benci, benar-benar tak dapat ia pungkiri. Ini membuktikan bahwa dalam tubuhnya masih mengalir darah ayahnya sebagai siluman hebat yang berhati mulia.

Senjata

Sebagai siluman anjing yang pastinya memiliki taring untuk menyerang, Sesshomaru juga dapat bertarung menggunakan cambuk kilat dan jurus ‘Dokkaso’ (cakar beracun). Tapi sejak awal Sesshomaru memegang pedang yang juga dibuat dari taring ayahnya, dan merupakan warisan khusus untuknya, yaitu Tenseiga. Berbeda dengan Tessaiga, Tenseiga adalah pedang penyembuh. Saat ada makhluk yang baru saja mati, Tenseiga dapat menyingkirkan sosok dari alam sana yang hendak membawa makhluk tersebut. Tapi ada saat-saat tertentu di mana Tenseiga tak dapat menyembuhkan, yaitu ketika makhluk yang mati itu langsung musnah (seperti yang terjadi pada Kagura), atau makhluk itu sudah pernah diselamatkan oleh Tenseiga sebelumnya (dengan kata lain, Tenseiga hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang satu kali).
Karena tak tertarik menggunakan kemampuan Tenseiga, Sesshomaru sempat membuat pedang yang diberi nama Tokijin dari taring Goshinki, salah satu siluman bagian diri Naraku. Tapi pedang setan itu kemudian rusak dan ia tinggalkan.

Sesshomaru tentu sempat kecewa saat mengetahui ternyata Tenseiga adalah bagian dari Tessaiga yang ‘dibuang’ bersama jurus paling berbahaya yaitu ‘Meido Zangetsuha’. Tapi melihat Inuyasha terbukti dapat menguasai Tessaiga dengan baik, ia pun merelakan jurus yang semula cukup menjadi andalannya itu kembali menjadi milik Tessaiga.
Namun saat bersama Inuyasha melawan Magatsuhi, sosok yang baru dimunculkan oleh Naraku, Sesshomaru mendapat pedang yang bukan warisan dari ayahnya, tapi memang pedangnya sendiri yang selama ini tersembunyi di dalam tubuhnya, yaitu Bakusaiga. Bersamaan dengan munculnya pedang itu pula, lengan Sesshomaru yang pernah dipotong oleh Inuyasha pun kembali seperti semula. Ini berarti Sesshomaru telah melampaui kemampuan ayahnya dan terbebas dari obsesi mendapatkan Tessaiga yang telah mengurung pedang tersebut selama ini.
Bakusaiga adalah pedang yang cukup kuat untuk mengalahkan Naraku, hanya saja Naraku menyandera Rin, sehingga Sesshomaru tak dapat leluasa menggunakan pedangnya. Dan Sesshomaru bersama Inuyasha dengan teman-temannya, masih terus berjuang untuk mengalahkan Naraku.

Written By Nadia Sy
Sumber : Manga Inuyasha volume 1 – 55
Gambar : photobucket.com, inuyashaworld.com

Profil Inuyasha

inuyasha4.jpg

Nama : Inuyasha
Umur : 17-18 (tidak termasuk 50 tahun disegel)
Keluarga :Shesoumaru (kakak beda ibu)
Kekasih : Kikyo dan Kagome
Sahabat : Miroku,Sango,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai

Inuyasha adalah seorang hanyo (manusia setengah siluman), lahir dari ayah siluman anjing yang hebat dan ibu manusia biasa. Keduanya meninggal saat inuyasha masih kecil. Setelah itu, ia hidup sebatang kara jauh dari lingkungan manusia maupun siluman. Saat beranjak dewasa, ia bertemu dengan seorang miko (pendeta shinto wanita) muda yang bernama Kikyo. Miko ini mampu mensucikan dan menjaga shikon no tama (bola empat arwah), bola kristal yang bisa memberikan kekuatan luar biasa pada siapa pun yang memakainya. Karena jenuh menjadi hanyo, Inuyasha berusaha merebut shikon no tama dari Kikyo dengan tujuan menggunakannya untuk berubah menjadi siluman sejati yang lebih kuat. Tapi ia tak pernah berhasil karena tak pernah berniat membunuh Kikyo, dan Kikyo juga tak pernah berusaha membunuh Inuyasha. Lambat laun, Inuyasha jatuh cinta pada Kikyo, dan ia terkejut saat Kikyo menawarkan padanya agar menggunakan shikon no tama untuk menjadi manusia. Dengan demikian, mereka bisa hidup bersama sebagai manusia biasa.
Inuyasha menyetujui tawaran tersebut, akan tetapi pada hari yang dijanjikan ia justru diserang oleh ‘Kikyo’ yang mengejeknya begitu bodoh karena percaya. Dengan marah Inuyasha lalu menyerang desa dan merebut Shikon no tama dari kuil Kikyo. Akibatnya, Kikyo menyegel Inuyasha di sebatang pohon besar dalam hutan dekat desa itu…
50 tahun kemudian, Inuyasha bangkit kembali karena segelnya dilepas oleh seorang gadis bernama Kagome yang ternyata adalah reinkarnasi Kikyo di masa depan. Situasi menjadi kacau sejak shikon no tama muncul kembali setelah hilang selama 50 tahun dan para siluman memperebutkannya. Karena kewalahan, tanpa sengaja Kagome membuat shikon no tama pecah berkeping-keping dan tersebar ke mana-mana. Lalu nenek Kaede, adik Kikyo yang juga seorang miko, menyuruh Inuyasha membantu Kagome mengumpulkan kembali pecahan-pecahan shikon no tama tersebut.
Petualangan panjang mereka dimulai dari sini…

Sifat
Seperti tipikal tokoh hero kebanyakan, meskipun tak terlihat dari perawakannya tapi Inuyasha sangat kuat. Ia mampu mengungguli tenaga dan membasmi Ryukossei, siluman raksasa yang pernah bertarung dengan ayah Inuyasha hingga ayah Inuyasha berhasil menyegelnya, lalu ayah Inuyasha meninggal karena terluka parah. Inuyasha juga pernah membuat Naraku, musuh utama mereka, terdesak (tapi bisa melarikan diri — manjangin cerita).
Dari sikap dan caranya bicara, Inuyasha terkesan keras, kasar, sok, egois, gengsian, sensitif, dan berpikiran sempit. Juga agak lemot, kekanak-kanakan, dan konyol. Tapi di balik itu, hatinya sangat lembut. Ia sangat setiakawan dan selalu melindungi orang-orang yang ia sayangi sekuat tenaga. Karena itulah ia sangat khawatir bila kekuatan silumannya hilang setiap malam bulan baru (saat bulan tidak muncul) dan berubah menjadi manusia biasa.

inuyasha3.jpg

Dilema
Sejak awal, Inuyasha telah jatuh cinta pada Kikyo. Meskipun marah karena Kikyo menyerang dan menyegelnya, tapi sebenarnya rasa itu tak berubah. Terlebih lagi ketika diketahui ternyata Naraku yang menyerang inuyasha dengan wujud Kikyo, untuk mengadu-domba mereka. Tapi sejak berpetualang dengan Kagome, ia pun mulai menyukai gadis yang meskipun reinkarnasi Kikyo tapi memiliki karakteristik berbeda itu. Kebingungan melanda saat Kikyo bangkit kembali dan ternyata masih menyimpan dendam pada Inuyasha. Meski kemudian tahu musuh mereka adalah Naraku, Kikyo tidak ikut bergabung dengan Inuyasha dan teman-temannya. Tetapi perasaan Inuyasha dan Kikyo masih sama seperti 50 tahun yang lalu. Karena itu bila harus memilih, Inuyasha memilih Kikyo. Walau tentu saja Kagome yang akan terluka…

inuyasha1.jpg

Senjata
Senjata tetap Inuyasha sebagai setengah siluman anjing tentu saja adalah kukunya. Jurus yang sering ia gunakan dengan mencakar lawan yaitu “Sankontesso” (kuku pemecah besi), dan saat terluka oleh lawan ia bisa menjadikan darahnya sebagai senjata dengan “Hijinkesso” (pedang kuku darah terbang). Kemudian Inuyasha berhasil mendapatkan Tessaiga, pedang pemberian ayahnya yang berusaha direbut oleh Sesshomaru, kakak Inuyasha yang siluman sejati. Tessaiga memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman, karena khusus untuk melindungi Inuyasha dan ibunya. Meski tidak sehebat Sesshomaru dalam menemukan dan memakai jurus-jurus andalan Tessaiga, tapi Inuyasha dengan semangat dan kelembutan hatinya berhasil menguasai tiga jurus : “Kaze no kozu” (angin penyayat/luka angin), “Bakuryuha”, dan “Kongosoha”. Tessaiga juga dapat menjadi Tessaiga merah penghancur kekkai (tabir pelindung) berkat seorang anak perempuan penjaga kekkai yang juga adalah seorang hanyo. Lalu setelah mendapat jurus “Dragon Scaled Tessaiga” dari pedang Datsuki yang dapat menyerap energi siluman, Tessaiga memperoleh jurus terbesar dari pedang Tenseiga yaitu “Meido Zangetsuha”.
Satu lagi fungsi Tessaiga adalah meredam gejolak darah siluman Inuyasha. Pada saat terdesak, Inuyasha bisa berubah menjadi siluman dengan kekuatan luar biasa yang tidak terkontrol demi menyelamatkan dirinya. Dengan memegang Tessaiga, hal itu dapat dicegah.

inuyasha6.jpg

Sumber tulisan: Inuyasha manga volume 1 - 54, gambar : inuyashaworld.com

KIsah Inuyasha & Kikio

Siapa Itu Kikio?
Nama : Kikyo
Umur : 18 (umurnya ketika tewas)
Keluarga : Kaede (adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Onigumo


Kikyo adalah miko (pendeta shinto wanita) berkekuatan spiritual hebat yang mampu mengalahkan banyak siluman dan menyucikan hawa jahat. Karena kemampuan itu ia dipercaya untuk memegang shikon no tama, bola yang dapat memberi kekuatan bagi siapa pun yang menggunakan, untuk tetap dijaga kesuciannya dan terhindar dari kejahatan.

Di sela-sela perjuangannya membasmi siluman jahat yang mencoba melawan, Kikyo juga menghadapi sorang hanyo(manusia setengah siluman) bernama Inuyasha yang hendak merebut shikon no tama karena ingin menggunakan bola kristal itu untuk berubah menjadi siluman sejati. Kikyo melihat kebaikan dalam diri hanyo yang bersifat kekanak-kanakan ini, sehingga tak pernah ada niat untuk saling melukai. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka saling mengenal dan memahami keadaan satu sama lain, hingga kemudian tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kikyo pun menawarkan pada Inuyasha agar menggunakan shikon no tama untuk berubah menjadi manusia, lalu mereka hidup bersama sebagai manusia biasa, karena tanpa shikon no tama Kikyo akan menjadi manusia biasa yang tak memiliki kekuatan besar untuk melawan siluman. Inuyasha yang tak menduga gadis berhati mulia itu ternyata memiliki perasaan begitu kuat padanya, mencoba mempertimbangkan tawaran tersebut… hingga akhirnya menerima.

Di sisi lain, Suatu waktu Kikyo menolong seorang perampok yang tubuhnya terbakar dan lumpuh sehingga hanya bisa terbaring di dalam sebuah gua. Setiap hari Kikyo ditemani adiknya Kaede yang masih kecil selalu mengunjungi, memberi makan dan mengurus pria bernama Onigumo (laba-laba setan) itu,hingga tanpa diduga ternyata menumbuhkan rasa ingin memiliki dalam hati Onigumo.
Bagai air susu dibalas dengan air tuba, Onigumo menyerahkan tubuhnya pada siluman demi mendapat kekuatan dan obsesi memiliki Kikyo. Karena kekuatan jahat ratusan siluman menguasainya, Onigumo seolah lahir kembali menjadi siluman kuat dan sangat licik bernama Naraku.
Tepat di hari perjanjian Kikyo dan Inuyasha menggunakan shikon no tama untuk mengubah Inuyasha menjadi manusia, yang muncul di hadapan Kikyo justru ‘Inuyasha’(yang sebenarnya adalah naraku) yang tanpa ragu menyerang dengan cakarnya dan merebut shikon no tama dari Kikyo. Kikyo pun sangat marah dan kecewa, karena ia telah begitu percaya pada Inuyasha. Hingga setelah Inuyasha mengamuk di kuil Kikyo dan merusak desa, ia menyegel Inuyasha dengan panahnya. Dengan kekuatan yang tersisa karena terluka cukup parah, Kikyo meminta Kaede membakar tubuhnya yang membawa shikon no tama agar bola kristal itu lenyap dari alam ini bersama dengan kematiannya…

50 tahun kemudian, shikon no tama muncul kembali bersama dengan hadirnya Kagome dari masa depan yang merupakan reinkarnasi Kikyo. Inuyasha juga telah dilepas segelnya oleh Kagome yang memiliki kekuatan spiritual setara dengan Kikyo.
Suatu hari, muncul seorang penyihir wanita bernama urasue yang hendak membuat boneka suruhan dalam wujud Kikyo. Ia mencuri tulang dan tanah kubur Kikyo yang memang berada tidak jauh dari kuil Kikyo yang kini dijaga Kaede. Dengan sedikit jiwa yang diambil dari Kagome, Urasue berhasil membangkitkan kembali Kikyo yang terkenal sebagai miko yang kuat. Tapi alih-alih menjadi boneka yang dapat dikendalikan bagi Urasue, sesaat setelah bangkit Kikyo langsung menghancurkan penyihir itu. Selanjutnya Kikyo hendak menyerang Inuyasha, namun karena kekuatannya tidak cukup untuk melawan maka ia melarikan diri.
Kikyo pun menjadi semacam zombie yang dengan menggunakan siluman bernama shinidamachu mengumpulkan kekuatan dari jiwa gadis muda yang baru mati, dan ia masih menyimpan dendam pada Inuyasha.

“Seandainya aku masih hidup… Mungkin aku yang akan mengubahnya”

Setelah mendengar penjelasan dari Kaede, Kikyo mengerti bahwa ia dan Inuyasha telah diadu-domba. Ia lalu berusaha memburu Naraku, meski tetap tak mau bergabung dengan Inuyasha dan kawan-kawan yang melakukan perjalanan bersama. Kikyo melihat Inuyasha telah banyak berubah, sorot mata yang dulu tak mempercayai siapapun, sekarang telah menemukan tempat untuk berbagi. Seorang hanyo yang selalu kasar dan tak punya teman, sekarang disukai dan bisa dilihat kebaikannya. Satu hal yang dulu ingin dilakukannya pada Inuyasha, ternyata telah dilakukan oleh Kagome…

Senjata

Kikyo sangat mahir menggunakan busur dan anak panah untuk mengalahkan musuh. Kagome yang masih pemula dalam menggunakan senjata ini tentu tak dapat menandingi. Tapi Kikyo juga sering terdesak karena hanya sendirian. Di saat seperti itu, Inuyasha selalu datang untuk menolongnya karena tak ingin kehilangan Kikyo untuk kedua kali. Dan saat itu pula Kagome harus menyadari posisinya sebagai yang kedua.

Akhir Perjuangan Kikyo

Awalnya, Kikyo yang masih dikuasai dendam menjadi tak begitu menghargai nyawa manusia. Ia bahkan sempat hendak mengambil kesempatan untuk membunuh Kagome. Tetapi sedikit demi sedikit ia terpengaruh oleh kebaikan Kagome dan yang lain, hingga sifat aslinya pun kembali. Kikyo mengorbankan dirinya untuk mengalahkan Naraku, tapi tidak berhasil. Sebelumnya, Kikyo diperkirakan musnah karena racun Naraku tapi ternyata ia masih bertahan dan berhasil diselamatkan oleh Kagome. Tapi untuk kedua kalinya, Kagome tak mampu menyelamatkan Kikyo. Tidak hanya Inuyasha, tapi Kagome dan yang lain juga merasa kehilangan karena di akhir keberadaannya Kikyo telah menjadi bagian dari mereka.
Dan pada saat kepergiannya, hanya Inuyasha yang menemani Kikyo hingga tubuh gadis itu menjadi cahaya yang hilang ditelan malam.

Sumber : manga inuyasha vol.1-56, inuyashaworld.com
gambar : photobucket.com